Tampilkan postingan dengan label Andi Nur Oktaria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Andi Nur Oktaria. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 April 2014

Al-Quran 100% Asli; Sunni-Syi'ah Satu Kitab Suci


Apakah kitab suci benar-benar suci? Sucikah ia dari distori dan intervensi manusia di dalamnya? Apakah yang Maha Suci benar-benar menjaga kesucian kitab suci tersebut? Pemeluk agama apapun, meyakini kesucian kitab suci adalah salah satu kewajiban. Begitupun dengan agama yang penulis yakini, Islam.  Bahkan dalam rukun iman yang terdapat dalam agama Islam mewajibkan seorang muslim bukan hanya meyakini kitab suci agama Islam yaitu Al-Qur’an, tapi juga kitab suci yang pernah diturunkan Tuhan kepada Musa, Daud dan Isa. Berikut ini merupakan ulasan mengenai buku Al-Qur’an 100% Asli; Sunni-Syi’ah Satu Kitab Suci oleh H. A. Muhaimin Zen mengungkapkan mengenai keaslian Al-Qur’an serta pandangan kedua mazhab.

Kamis, 24 April 2014

Dasar-dasar Pemikiran Hukum Ekonomi Indonesia


Hukum tentu berbeda dengan ekonomi. Namun, seiring perkembangan waktu diperlukan hukum untuk mengatur dan mengawasi kegiatan ekonomi. Pada awalnya berbagai kegiatan ekonomi dikenal dalam hukum dagang kemudian menjadi hukum perusahaan. Namun, kedua hal ini bersifat keperdataan (privat). Padahal, perkembangan perekonomian berkembang secara terus menerus dan tidak hanya mengurus kepentingan privat saja, tapi juga urusan publik. Maka, lahirlah hukum ekonomi yang mengurus kepentingan baik itu privat maupun publik. Hukum ekonomi di Indonesia terbagi menjadi hukum ekonomi pembangunan dan hukum ekonomi sosial.

Kamis, 17 April 2014

Nalar Religius; Memahami Hakikat Tuhan, Alam, dan Manusia


Pernahkah Anda berpikir tentang penelitian filsafat? Meneliti sesuatu yang sifatnya non materi. Adapun obyek penelitiannya seperti Alam semesta, manusia bahkan Tuhan yang Ghaib sekalipun. Sebagian dari kita berideologi, berkata, bertindak hingga teraplikasikan dalam gaya hidup tanpa memikirkan untuk apa hal itu ada dan apa manfaatnya untuk diri kita sendiri. Berikut ini adalah subyektivitas penulis dalam meresensi buku Nalar Religius; Memahami Hakikat Tuhan, Alam, dan Manusia yang ditulis oleh Mulyadhi Kartanegara.

Selasa, 15 April 2014

Filsafat Perempuan dalam Islam


Perempuan memiliki potensi yang sangat besar terhadap kehidupan. Sebelum era 20-an kita mengetahui dengan jelas bahwa adanya perbedaan gender antara perempuan dan laki-laki. Setelah era 20-an muncullah gerakan feminisme atau disebut juga sebagai garakan persaman hak-hak perempuan dengan lelaki. Feminisme, baik yang ke barat-baratan ataupun timur tidak sesuai dengan syariat Islam dalam beberapa hal. Melihat fenomena tersebut, Murtadha Muthahhari melakukan pembahasan khusus yang dituangkan dalam buku Filsafat Perempuan. 

Rabu, 09 April 2014

Imam Mahdi


Apa yang Anda ketahui tentang Imam Mahdi? Dialah pemimpin besar umat Islam pada akhir zaman. Dalam buku yang berjudul Teladan Abadi; Imam Mahdi terbitan The Ahl-ul-Bayt World Assembly membahas mengenai kelahiran dan kehidupan Imam Mahdi menurut berbagai pandangan dan bagaimana pula kita sebagai umatnya menyambut kehadiran beliau.

Senin, 31 Maret 2014

Shalat sebagai Terapi Psikologi

Untuk apa kita shalat? Apakah shalatnya kita hanyalah akumulasi-akumulasi kebiasan yang melahirkan rutinitas? Ataukah kita shalat karena takut siksa neraka? Ataukah pula kita shalat karena ingin kenikmatan surga? Dalam buku Shalat sebagai Terapi Psikologi karya Muhammad Bahnasi membahas tentang shalat yang tidak terfokus kepada gerakannya saja, melainkan makna shalat yang diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Selasa, 25 Maret 2014

101 Soal Perempuan

Quraish Shihab menjawab persoalan seputar perempuan dan dalam menangani berbagai masalah kehidupan seperti fiqih perempuan, pernikahan, hubungan suami istri bahkan pemeliharaan dan pendidikan anak hingga sampai pada gaya hidup perempuan. Akumulasi dari pertanyaan dan jawaban tersebut kemudian dirangkum dalam buku 101 soal perempuan. Beliau menjawab dengan berbagai pendapat Al-Qur’an, hadits, para ulama, serta berbagai pandangan mazhab. Berikut pilahan buku yang menurut subyektivitas penulis perlu Anda ketahui;

Jumat, 21 Maret 2014

Teologi dan Falsafah Hijab



Tulisan ini adalah resensi, komentar dan analisis buku Teologi dan falsafah Hijab karya Murtadha Muthahhari. Padanan kata hijab adalah penutup atau tirai. Pada zaman dahulu lebih lazim digunakan dengan kata satr dibandingkan hijab. Karena pada zaman dahulu makna hijab dengan perempuan diartikan perempuan di balik tirai atau menutup seluruh auratnya dengan tirai. Ini diartikan sebagai wanita hanya dirumah dan tidak boleh keluar dan melakukan kegiatan apapun. Hal ini sama seperti tradisi di India dan Iran kuno. Namun, dalam islam sesungguhnya tidak demikian. Wanita diperbolehkan keluar rumah asalkan menutup auratnya dengan hijab atau kerudung. 

Senin, 27 Januari 2014

Jalan Rahmat; Mengetuk Pintu Tuhan




Dalam buku Jalaluddin Rakhmat yang berjudul Jalan Rahmat; Mengetuk Pintu Tuhan mengisahkan mengenai pencapaian kita untuk kembali kepada Tuhan. Maksudnya adalah bagaimana cara kita untuk memperoleh rahmat darinya. Rahmat dapat pula diartikan sebagai keberkahan atau cinta yang sempurna. Cinta Pemilik Cinta.

Memahami Jalan Rahmat
Untuk dapat memahami jalan Rahmat ada beberapa hal yang perlu kita lakukan. Salah satunya misalnya seperti tasawuf. Tasawuf ini diartikan sebagai orang yang tengah menempuh perjalanan menuju Allah SWT dengan jalan cinta, kasih, dan penuh rahmat. Jalan ini tentu tidak mudah karena penuh dengan begitu banyak cobaan. Jalan rahmat dapat dipahami dengan melakukan hal-hal seperti;
1)     Memulai segala sesuatu dengan membaca Ta’awwudz. Hal ini dimaksudkan untuk menghindarkan kita dari segala tipu daya setan untuk sesuatu yang kita kerjakan.
2)     Berdiam diri. Seperti pepatah lama mengatakan bahwa diam itu adalah emas. Maksudnya adalah kita cukup berbicara untuk hal penting saja dan lebih baik diam bila hanya untuk menggunjing orang lain atau berbicara sesuatu yang tidak bermanfaat.
3)     Bertanya, sebagai media untuk mencari ilmu. Bertanya dalam perspektif ini bukan bertanya yang membuat jengkel orang lain.
4)     Amanat adalah menjaga milik orang lain dan tidak menggunakannya secara pribadi. Allah SWT tidak menyayangi orang-orang yang melanggar amanat.
5)     Memaafkan, baik itu pada diri sendiri maupun orang lain. Bagaimana mungkin kita dapat memaafkan seseorang yang telah menyakiti kita? Mungkin saja! Dendam terhadap orang lain lantaran kita telah disakiti hanya membuat kita sakit sendiri, menyebabkan penyakit hati, dan selalu berprasangka buruk terhadap orang lain.  Allah SWT saja memaafkan hambanya entah itu dosa besar atau kecil. Lalu mengapa kita yang bermandikan dosa dan salah ini tidak mau memaafkan kesalahan orang lain?
6)     Ikhlas, dalam artian kita sebagai manusia ciptaan Tuhan hanya cukup berusaha sebaik-baiknya dan berdoa atas apa yang kita lakukan di dunia ini yang semata-mata untuk mencapai rahmat dari Allah.
7)     Berbuat baik. Why good thing happen to good people? Apapun yang kita lakukan baik itu kepada manusia, hewan, atau tumbuhan sekalipun Allah akan selalu membalas-Nya. Terkadang kita selalu berfikir mengapa ketika saya berbuat baik terhadap seseorang, dia membalas dengan keburukan. Padahal Allah SWT melalu tangannya menyiapkan orang lain yang tidak kita duga untuk menolong kita. 

Rabu, 22 Januari 2014

Kemudian Kutemukan Hidayah



Baru saja saya selesai membaca buku yang berjudul Kemudian Kutemukan Hidayah yang membahas tentang kisah perjalanan spiritual Dr. Muhammad Tijani selaku penulis buku itu sendiri. Pengalaman spiritual setiap manusia tentu berbeda-beda. Apalagi berbicara keyakinan individu, pasti sangat partikulir dan rentan akan nuansa subyektif. Diperlukan kesadaran universal dan obyektivitas akal untuk dapat memahami. Sekalipun, memahami belum tentu membenarkan. Kita mulai kisahnya;

Seperti yang kita ketahui, bahwa Mazhab satu ini  sebagaimana Mazhab Sunni sudah masuk ke Nusantara sejak lama. Namun, mazhab ini masih  minoritas dan beberapa pendapat memandangnya sesat. Bahkan ada yang mengecap bahwa syiah bukan mazhab, melainkan agama tersendiri yang bukan termasuk Islam. Buku ini memuat kumpulan mengenai fakta-fakta seputar syiah dan isu-isu yang menjatuhkan Syiah sendiri. Muhammad Tijani adalah ulama Tunisia. Seorang muslim Ahlu Sunnah wal Jamaah bermazhab Maliki sebagaimana yang diajarkan oleh Imam Malik bin Anas.

Rabu, 15 Januari 2014

New Think and Grow Rich


Dalam buku New Think and Grow Rich karya Napoleon Hill menyampaikan berbagai macam rahasia untuk meraih kesuksesan finansial. Buku ini menyampaikan berbagai macam kisah hidup orang-orang luar biasa yang sukses dan mendunia. Berikut simpul yang dapat dalam buku ini, semoga dapat memotivasi teman-teman dalam menggapai sesuatu yang diinginkan;



1. Ide Sebagai Pembeda
Pencapaian kesuksesan tiap individu berbeda-beda, baik dalam hal ide, pun dalam usaha yang terus menerus. Namun, dalam pembahasan kali ini terfokus kepada ide yang ada dalam pikiran kita. Ide adalah hasil dari pemikiran kita. Ketika kita ingin memulai sesuatu kita membutuhkan ide  untuk memulai sesuatu tersebut. Misalnya ide ingin membuka usaha yang unik dan belum ada sebelumnya. Seperti dalam pembahasan sebelumnya dalam tulisan saya mengenai terapi berfikir positif, pemikiran adalah faktor penentu segalanya. Pemikiran kita sendirilah yang mengatur apakah kita ingin melakukan sesuatu atau tidak. 

Senin, 06 Januari 2014

Muhammad; Prophet for Our Time





Setiap umat pasti mendambakan sosok yang dapat memimpin mereka menuju kebenaran. Seperti umat kristen dengan kehadiran Yesus. Seperti agama Budha melihat realitas tertinggi Nirwana yang diajarkan Sidharta Gautama. Begitu pula dengan Islam, agama yang dibawa Muhammad. Pada pembahasan sebelumnya, kita telah membahas mengenai Biografi Khadijah, istri yang paling dicintai Muhammad. Sekarang, mari kita membahas mengenai biografi singkat tentang Muhammad. Dalam buku Karen Armstrong yang berjudul Muhammad: Prophet for Our Time, tidak hanya membahas mengenai sejarah hidup Muhammad, melainkan pesan yang disampaikan penulis tentang bagaimana orang Barat mengubah cara pandangnya tentang Muslim dan begitu pula sebaliknya.

Periode Mekkah

Di Mekkah, Muhammad menerima wahyu dari Allah bahwa ia adalah Nabi utusan Allah untuk mengemban wahyunya. Pada awalnya, beliau hanya mengira itu bisikan jin seperti yang diceritakan orang Arab sebelumnya. Namun, itu adalah Malaikat Jibril. Kala itu, Mekkah merupakan pusat perdagangan Internasional yang dimana sebelumnya masyarakatnya adalah nomad. Muhammad dibesarkan dan didik dengan etos badui yang mana penduduknya tidak tertarik pada agama konvensional ataupun permasalahan kehidupan sesudah mati. Kehidupan suku saat itu lebih mementingkan kepentingan kelompok dan terkadang bersifat egois karena bisa membuat keluarganya melarat. Suku di Arab menanamkan sifat kepada tiap anggotanya untuk membela para anggota sukunya baik itu salah atau benar. Suku-suku di Arab rentan terhadap peperangan sehingga pendiri Quraisy yang bernama Qusai ibn Kilab menggabugkan klan-klan di Arab hingga terbentuklah Quraisy. Quraisy merupakan suku yang lihai dalam perdagangan. Itu karena tidak memungkinkan bagi mereka untuk bertani atau melaut di padang Stepa.

Pada masa itu, kaum Quraisy mempercayakan dewa dan dewi-dewinya. Mereka beragama secara pragmatis. Dikatakan pragmatis, karena mereka mempercayakan bahwa Allah itu ada yang menciptakan langit dan bumi. Namun, mereka hanya berdoa di kala susah dan meninggalkan Allah dikala senang. Mereka beranggapan bahwa Allah tidak berpengaruh apa-apa dalam kehidupan mereka. Allah hanyalah bapak Ka'bah. Dewa dan dewi adalah perwakilan di bumi yang mereka percayakan sebagai pengirim pesan atas doa mereka kepada Allah. Semenjak Muhammad membawa agama Islam ke Mekkah, beberapa hal masih diterima Quraisy seperti manusia tercipta dari embrio namun mereka tidak menerima cara penyembahan Allah dengan menundukkan kepala, karena  hal tersebut merupakan hal yang menjijikkan bagi kaum Quraisy. Muhammad menerima wahyu dari Jibril di Gua Hira. Khadijah menceritakan hal ini kepada Waraqah, penganut agama Kristen. Menurut Waraqah yang juga kaum cendikiawan yang taat pada ajaran Nasrani, akan datang seorang Nabi dari keturunan Arab yang akan membawakan wahyu kepada Umat Islam.

Zaman Jahiliyah

Zaman jahiliyah, atau zaman kegelapan adalah zaman dimana Muhammad melakukan penyebaran Agama Islam yang ditentang oleh kaum Quraisy. Hal ini dianggap melanggar kepercayaan nenek moyang mereka. Awalnya, penyebaran Agama Islam hanya terbatas pada keluarga serta sahabat-sahabat Nabi. Lalu kemudian menyebar dan dilakukan segala terbuka. Pada masa ini, kaum Quraisy lebih mementingkan individu daripada kelompok, melakukan perampasan hak anak yatim, janda, dan orang miskin. Pengikut Muhammad yang awalnya hanyalah kaum yang tertindas oleh Quraisy, kemudian menyebar hingga menyentuh orang berpengaruh di Mekkah.

Kehadiran Muhammad sebagai Nabi sangat mustahil diterima oleh kaum Quraisy. Menurutnya, para penerima wahyu merupakan sosok yang menonjol dan pendiri masyarakat bahkan memiliki mukjizat. Bagaimana mungkin Muhammad meraih kesetaraan dengan Musa dan Isa? Mereka berharap Allah memilih dari klan yang lebih tinggi bukan seorang minor dari klan hasyim. Penyebaran Agama yang dibawa Muhammad menyebabkan perpecahan di keluarganya sendiri bahkan di masyarakat karena bertentangan dengan watak alami mereka. Terkadang wahyu dari Allah begitu menyakitkan untuk Beliau sampaikan namun seketika itu rasanya seperti dihujani dengan kedamaian. Wahyu Allah diturunkan surah demi surah. Dalam Al-Quran disusunlah surah awal yang panjang dan surah akhir yang pendek yang mengajar muatan dasar dan memungkinkan pembaca untuk memetik pelajaran pentingnya. Alquran membawa kedamaian bagi yang mendengarkannya. Al-Quran sering memuat pertanyaan agar pembacanya memiliki kesadaran. Muhammad adalah perwujudan Alqur’an. Beliau  mengimplementasikan isi Al-Quran kedalam kehidupan sehari-hari.  Hal itu sperti mengajak sahabatnya untuk shalat dan berzakat. Kedua hal ini sangat dibenci oleh Quraisy. Pertama karena sifat shalat yang sujud yang mereka anggap sangat rendah dan kedua adalah zakat yang mereka anggap tidak pantas. Kesalahan orang miskin sendiri karena tidak berusaha.

Periode Madinah

Seperti yang kita bahas sebelumnya pada biografi singkat Khadijah, bahwa Muhammad dan pengikutnya hijrah ke Madinah karena kondisi di Mekkah yang tidak memungkinkan untuk dakwah penyebaran agama islam. Di Madinah, awalnya masih mendapat perlakuan yang sama seperti di Mekkah namun tidak separah seperti yang dilakukan oleh kaum Quraisy. Cobaan yang dialami beliau adalah seperti pengkhiatan sekutu Nabi dan pengikutnya. Namun, karena usaha yang keras, berakhlak dan ikhlas karena Tuhan, Madinah bisa Beliau taklukkan sampai seluruh Arab hingga membuat penyebaran Agama Islam begitu pesat. Dalam masa ini pula terbentuknya hak-hak wanita di arab serta hak seorang istri dan cara bagaimana suami memperlakukan istri yang dituangkan dalam Surah An-Nisa.

Miskonsepsi Barat tentang Muhammad

Penyampaian yang tersirat dalam buku ini adalah sejarah Nabi Muhammad yang mengubah cara pandang orang Barat terhadap Muhammad dan juga Islam. Yang mana Muhammad dianggap sebagai Nabi yang memiliki banyak istri yang hanya memenuhi nafsu belaka. Padahal, salah satu misi Beliau adalah mempermudah penyebaran Agama Islam diantara suku-suku Arab serta memerdekan budak-budak dan wanita. Dalam buku ini juga mengajarkan kita bagaimana cara Muhammad bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari, cara berperang menurut Islam, cara memperlakukan hak wanita, anak yatim, dan budak, serta banyak hal lainnya yang bisa kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Apa yang harus kita lakukan sebagai seorang yang mengaku pengikut ajaran Muhammad? Dengan meneladani ajaran akhlak dan rasionalitas Muhammad. Agar miskonsepsi barat tentang Muhammad dapat kita luruskan.

Selamat Meneladani Muhammad!

Senin, 30 Desember 2013

Khadijah (The True Love Story of Muhammad)



Dalam buku yang berjudul Khadijah yang ditulis oleh Abdul Mun'im Muhammad Umar, menceritakan mengenai keistimewaan Khadijah dan kesetiaannya yang selalu menemani Rasulullah dalam suka maupun duka. Khadijah berperan penting dalam proses penyebaran islam. Berikut kisahnya;

Pernikahan Muhammad dengan Khadijah

Pada saat itu khadijah adalah wanita yang berprofesi sebagai pedagang yang sukses. Khadijah ingin mengirim barangnya ke Syam. Lalu mendengar kabar dari beberapa kerabatnya bahwa Muhammad orang yang pantas mendapat pekerjaan itu dan Muhammad pun tidak menolak. Khadijah pun mulai menyukai Muhammad karena kejujuran dan kecerdasannya. Dengan banyak cara Khadijah membujuk kerabatnya untuk mengatakan kepada Muhammad untuk melamarnya. Muhammad tentu ingin menikah, namun ia tak memiliki apapun untuk dijadikan mahar. Kemudian Khadijah mengatur segala urusan hingga menikahlah Muhammad dengannya.

Senin, 23 Desember 2013

Dunia Sophie

 

Baru saja saya membaca novel Dunia Sophie karya Joestein Gaarder.  Novel ini membahas mengenai apa sebenarnya filsafat itu. Sebelumnya, saya merasa filsafat itu sepertinya rumit dan membosankan. Tapi berkat rekomendasi seorang teman dan membaca testimoni dalam novel ini, saya mulai tertarik. Filsafat disajikan dalam novel, dimana anak umur 14 tahun yang menjadi tokoh utama novel.  Sudah tahu apa itu filsafat? Filsafat adalah ilmu yang mempelajari keberadaan dan batasan segala sesuatu. Hal itulah yang membuat rasa ingin tahu kita terus bertambah karena filsafat membahas segala yang ada beserta apa-apa saja yang membatasinya.

Minggu, 08 Desember 2013

Who Moved My Cheese?



Dalam buku  Who Moved My Cheese diceritakan mengenai kisah sulitnya mengatasi setiap perubahan dalam hidup. Berusaha untuk bertindak serius namun tidak terlalu kaku. Buku ini diciptakan oleh Dr. Spencer Johnson. Kisah cheese ini diibaratkan mengenai tempat dalam keluarga, perusahaan, rumah, sekolah, uang, kedamaian batin, dan banyak lainnya. Ketika rekan-rekannya melihat perubahan dalam hidup, penulis menceritakan tentang cheese-Nya. Berikut kisahnya;

Bagian Dari Diri Kita : Si Sederhana dan Si Rumit
Dalam kisah ini terbagi menjadi 4 tokoh yaitu dua tikus yaitu Sniff (endus) dan Scurry (Lacak) serta dua kurcaci yaitu Hem (Kaku) dan Haw (Aman). Dimana untuk mewakili diri kita dari sisi sederhana dan rumit tanpa membedakan usia, jenis kelamin, ras, dan lainnya
1. Sniff : mampu mencium adanya perubahan dengan cepat
2. Scurry : cepat mengambil tindakan
3. Hem : menolak adanya perubahan karena takut perubahan adalah hal yang buruk
4. Haw : selalu mencoba beradaptasi dengan perubahan dengan harapan lebih baik

Kamis, 05 Desember 2013

Dia Ada Dimana-mana



Terkadang kita menjalani hidup ini hanya sekadar untuk hidup dan menjalani keseharian kita saja tanpa bermakna apa-apa. Padahal dalam setiap liku hidup haruslah memiliki makna atau tujuan. Seperti kata Gandalf dalam The Lord of The Rings, “ banyak yang mati pantas hidup dan banyak yang hidup pantas mati. “ Bahkan ada kutipan yang mengatakan bahwa lebih baik mati dengan bermakna daripada hidup tanpa makna. 

Saking seringnya mengejar hal-hal duniawi, kita lupa bahwa dalam kehidupan baik dari diri sendiri maupun dari alam ada bantuan Allah pada setiap kejadian. Bukti-bukti kehadiran Tuhan terdapat di alam semesta, manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, rezeki, dan aneka makhluk Allah lainnya. Allah SWT berfirman dalam Surah Al Baqarah ayat 115 “ Kemanapun kau memalingkan wajahmu, disitulah wajah-wajah Tuhan. “ Perlu dipahami bahwa wajah adalah hal yang membuat sesuatu dikenal. Maka wajah-wajah Tuhan yang dimaksud disini adalah tanda-tanda keberadaan Tuhan yang membuatNya dikenal. Dalam buku Quraish Shihab yang berjudul Dia Ada Dimana-mana, dijelaskan mengenai bukti-bukti kehadiran Allah pada setiap fenomena. Diantaranya;

Minggu, 24 November 2013

Terapi Berpikir Positif


Dapatkah kita berhenti berpikir? Sementara untuk berhenti berpikirpun, kita  harus berpikir. Dalam pikiran kita, baik saat itu senang, sedih, marah, bahagia, dan lainnya tersimpan dalam tiap memori pikiran kita. Pikiran membentuk pola pikir seseorang benar atau salah. Seperti misalnya mempengaruhi intelektualitas seseorang, ketika kita meyakini bahwa kita mampu menangkap suatu pengetahuan misalnya, maka hasilnya kita pasti akan bisa. Dalam buku Dr. Ibrahim Elfiky yang berjudul Terapi Berpikir Positif, termuat tentang pengaruh dan kekuatan pikiran. Diantaranya :

1)     Pikiran mempengaruhi fisik dan kondisi kesehatan seperti yang dapat kita lihat sehari-hari atau terjadi dalam masyarakat, misalnya ketika seseorang terlalu banyak berfikir, bekerja terlalu keras, pola makan yang tidak teratur  hasilnya adalah seperti timbulnya berbagai penyakit jantung, stroke, diabetes dan lain-lain.
2)     Pikiran mempengaruhi kondisi kejiwaan dan citra diri. Misalnya penilaian terhadap diri sendiri ketika seseorang menilai seorang wanita gemuk, maka wanita tersebut terus menerus memikirnya dan berusaha untuk membentuk tubuh yang proporsional.
3)     Pikiran membangun optimisme. Misalnya saat kita mengetahui sesuatu dan memberi tahu orang lain, hasil dari pengetahuan tersebut diapresiasi oleh orang lain hingga menimbulkan rasa percaya diri untuk lebih mempelajari sesuatu yang lain dan memberitahukan lagi. Dan begitu seterusnya.
4)     Pikiran tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Kita bisa memikirkan masa lalu, masa kini, dan masa akan datang.  Juga tidak terbatas ruang atau jarak. Misalnya kita berpikir untuk berlibur keliling eropa dan membayangkan tempat-tempat yang bisa dikunjungi ketika melihat hasil foto di artikel tertentu mengenai lokasi wisata tersebut.
5)     Pikiran melahirkan kebiasaan. Misalnya seperti ketika kita menyusun agenda kegiatan untuk tiap harinya. Ketika saya berpikir untuk melakukan kegiatan tersebut secara rutin, maka akan lahirlah suatu kebiasaan.
6)     Pikiran mempengaruhi alam bawah sadar. Seperti  saat kita mencintai seseorang, tanpa disadari kita memikirkan orang tersebut dan bisa terbawa ke dalam mimpi.

Konsepsi Berpikir Negatif
            Dengan memiliki akal untuk kita berpikir, bukan berarti kita sudah sempurna. Karena bisa saja kita terjebak kepada penyakit berpikir, atau lebih tepatnya berpikir negatif.  Adapun faktor-faktor penyebab berpikir negatif seperti jauh dari Tuhan, pengalaman buruk, tidak jelasnya tujuan, rutinitas negatif, inferior dan  lingkungan yang negatif. Dampak dari berpikir negatif tersebut membuat kita berkata-kata negatif seperti berbohong, mencela bahkan memfitnah.  Hingga membuat perilaku, kebiasaan bahkan takdir kita juga ikut-ikutan negatif. Solusinya hanya satu, mulailah menerapkan terapi berpikir positif. 
Masalah dan kesengsaraan hanya dalam persepsi. Maksudnya, masalah hanya ada dalam diri manusia itu sendiri, masalah sepele menjadi berbeli-belit karena persepsi yang berlebihan mengenai masalah tersebut. Tuhan tidak akan menutup satu pintu kecuali karena Dia membuka pintu yang lebih baik untuk kita. Kita terkadang terlalu berpatokan dan mengharapkan pada satu pintu dan tidak mencoba pintu yang lain yang sebenarnya lebih baik untuk kita. Baiknya, kita belajar dari masa lalu, hidup untuk hari ini, dan merencanakan masa depan. Seburuk atau sebaik apapun masa lalu adalah sebuah pelajaran sehingga kita bisa menjalani hidup pada hari ini, sehingga untuk ke depannya kita tidak mengulangi kesalahan yang sama. 
Tanpa diberitahu pun, kita semua sepakat bahwa berpikir negatif itu buruk dan berpikir positif itu baik. Sekarang pertanyaannya adalah bagaimanakah terapi berpikir positif itu? Masih dalam buku yang sama, Dr. Ibrahim Elfiky berbagi petunjuk untuk berpikir positif. Berikut petunjuknya;
1)     Optimisme; Lakukanlah semuanya dengan sepenuh hati. Kejar terus sampai berhasil.
2)     Menentukan tujuan; hendak kemana kita ini? Dalam menulis tulisan inipun, penulis memiliki tujuan mengapa harus menulis.
3)     Rutinitas Positif; Pergunakan waktu dengan mengikuti kegiatan yang bermanfaat dan tentunya dengan lingkungan yang positif.
4)     Refleksi Diri; maksudnya, kita meluangkan waktu untuk merenungi apa kesalahan atau masalah kita dan bagaimana cara untuk memperbaikinya. Refleksi diri sama halnya dengan dzikir, meditasi, bertapa atau merenung.

Semoga tulisan tentang berpikir positif ini membawa perubahan positif bagi Anda yang membacanya. Karena apa yang engkau pikirkan akan kembali padamu. Segalanya berawal dari pikiran, menuju perasaan, dan berakhir  kepada tindakan, maka hati-hatilah terhadap pikiran dan perasaan, sebab hal itu menarik apapun yang dipikirkan. Maka, pikirkanlah sebelum kita mengawali segalanya!

Pikiran adalah kekuatan yang sangat efektif. Tanpanya, setiap kekuatan hanya besar saja- Victor Hugo.